Serial buatan Dubai (Uni Arab Emirat) ini tayang serentak di Dubai dan Qatar ini ternyata memicu pro dan kontra di negara asalnya. Di Facebook contohnya, muncul fanpage dalam bahasa Arab yang memiliki tujuan memboikot serial Omar. Netizen berpendapat, aktor-aktor dalam serial tersebut berpotensi merusak imej Omar dan karakter lainnya, terkait peran aktor itu dalam film atau serial lain.
Bahkan, Pusat pendidikan utama Islam Suni di Kairo, Al-Azhar mengeluarkan fatwa menentang serial Omar yang mana penggambaran Nabi Muhammad dan para sahabat adalah dilarang. Biasanya, karya seni yang mengangkat Islam dikaji dulu oleh Al Azhar. Namun tidak dengan Omar.
“Jika serial ini diserahkan kepada kami di akademi, kami tidak akan ragu-ragu untuk melarang karena menampilkan personifikasi dari empat khalifah itu. Itu adalah peraturan, kami tidak akan berubah,” kata Mohamed Othman seperti ditulis situs Egypt Independent.
Walaupun ada yang menentang, ada pula yang mendukung.
“Banyak lembaga terjebak pada pandangan lama, sementara lembaga lainnya telah lama menyetujui penggambaran seperti itu,” jelas Tarek al-Shennawi, kritikus TV Mesir.
Seperti dikutip dari TheMuslimTimes, Serial Omar sendiri menurut MBC, Middle-east Broadcasting Center selaku stasiun TV yang menayangkan serial ini merupakan serial dengan biaya produksi terbesar, melibatkan 30 ribu figuran dan tim produksi dari 10 negara. bahkan dengan berjumlah 31 episode ini memakan waktu syuting lebih dari 300 hari.
Serial Omar telah tayang di Dubai, Qatar, Turki, dan Indonesia, serta segera menyusul di Libanon dan Tunisia. Rencana serial ini akan tayang di Eropa dan Amerika, setelah disulihsuara bahasa Inggris dan Prancis.
Jengker.com Waktunya Tahu Dunia


assyiik buangettt film OMAR, karena mengangkat kisah dari hadist.
walaupun asyik namun banyak pula dampak negatif yang ditimbulkan.
heeeeem…..