Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur akan membangun dua bendungan penampung air baru, yaitu Bendung Gerak Karangmongko Bengawan Solo di Kecamatan Margomulyo dan Bendung Gonseng di Kecamatan Temayang. Langkah ini mendapat dukungan langsung dari Pemkab Bojonegoro.
Seperti dilansir dari Antaranews (Jumat, 10/08), Bupati Bojonegoro, Suyoto, menyatakan dukungan merealisasikan proyek pembangunan Bendung Gerak Karangnongko telah disampaikan kepada Menteri PU beberapa waktu lalu. Pemkab juga siap mengalokasikan anggaran untuk pembebasan lahan di sekitar lokasi.
Suyoto juga menambahkan, Bendung Gerak Karangnongko diperkirakan memiliki daya tampung air yang lebih besar dibandingkan dengan Bendung Gerak Bengawan Solo di Desa Padang, Kecamatan Trucuk.
“Yang jelas Bendung Karangnongko daya tampung airnya lebih besar dibandingkan dengan Bendung Gerak Bengawan Solo di Desa Padang Kecamatan Trucuk,” terang Bupati Bojonegoro tersebut.
Sedangkan pembangunan Bendungan Gonseng di Kecamatan Temayang, yang berfungsi mencukupi kebutuhan air irigasi pertanian di wilayah timur. Hal ini juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi tanaman padi di sekitar lokasi bendungan.
“Di Bojonegoro masih ada sekitar 40 hektare lahan tadah hujan yang bisa dikembangkan menjadi lahan irigasi teknis,” tambahnya.
Bendungan Gonseng diperkirakan mampu menampung air hujan sebesar 23 juta meter kubik, sama dengan daya tampung air Waduk Pacal di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang.
Untuk lokasi bendung Gerak Karangnongko berada di Desa Ngrawoh, Kecamatan Kradenan, Blora, Jateng dan Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro, Jawa Timur. Menurut sumber yang diperoleh, sudah sejak awal tahun 2009 tahapan sosialiasi AMDAL pembangunan bendungan ini dilakukan.
Bendung Gerak Karangnongko diharapkan mampu menampung 90 juta meter kubik air di lahan seluas 10.035 kilometer persegi. Namun Bupati belum bisa menyebutkan berapa biaya yang diperlukan untuk pembangunan proyek ini.
Jengker.com Waktunya Tahu Dunia

